Perundungan



 Bayangan Perundungan

Di sudut sekolah, di ruang kelas sunyi,
Ada bayangan yang menghantui hari,
Bukan bayangan biasa, bukan pula ilusi,
Tapi jelmaan kata, luka tak henti.
Tawa mengejek, tatapan merendahkan,
Bagaikan pisau, merobek keheningan,
Setiap ejekan, setiap hinaan tertahan,
Menciptakan luka, di dasar kesadaran.
Korban terbungkuk, jiwa kian rapuh,
Terperangkap dalam gelap yang sungguh,
Terkadang ingin lari, menjauh, menunduk,
Menyembunyikan pedih yang terus menusuk.
"Bayangan perundungan" kini merajalela,
Menyebar ke seantero jiwa dan raga,
Kapan semua ini akan sirna, kan tiada?
Kapan damai harmoni akan merajai dunia?
Mari bersatu, hentikan segala daya,
Tolak perundungan, untuk masa depan yang cerah,
Agar tak ada lagi yang merasakan nestapa,
Menjadi korban dari bayangan yang merana

Komentar